Kisah ini terutama mengisahkan rentang tiga abad, dari tahun 1344 hingga 1644, yang memuat berbagai cerita tentang Dinasti Ming. Berlandaskan pada sumber-sumber sejarah, narasi berpijak pada kronologi
Tulisan ini telah saya rancang selama kurang lebih enam bulan. Utamanya, ia mengisahkan hal-hal mengenai Dinasti Ming dalam rentang waktu tiga abad, dari tahun 1344 hingga 1644. Berlandaskan pada sumber sejarah, saya menjadikan kronologi dan tokoh-tokoh tertentu sebagai garis utama, lalu menambahkan gaya penulisan novel, analisis psikologis para tokoh, serta sejumlah penilaian terhadap sistem politik dan ekonomi pada masa itu.
Perlu saya jelaskan, tulisan ini berupaya menggambarkan sejarah resmi. Sumber yang saya gunakan meliputi lebih dari dua puluh jenis catatan sejarah dan anekdot dari zaman Ming, seperti “Ming Shilu”, “Ming Tongjian”, “Ming Shi”, “Ming Shi Jishi Benmo”, dan lain-lain. Kendati saya memakai banyak teknik dan gaya penulisan sastra populer, sebagian besar peristiwa sejarah dan tokoh dalam tulisan ini, bahkan dialog antar tokoh, tetap bersandar pada sumber sejarah yang dapat ditelusuri. Demi kelancaran narasi, sumber-sumber tersebut tidak saya sebutkan satu per satu.
Saya memiliki kebiasaan dalam menulis: lantaran sejak muda terlalu banyak membaca buku-buku akademis, saya sangat membenci tulisan yang sengaja dibuat rumit dan berkesan mendalam secara palsu. Padahal, sejarah sendiri amatlah menarik; setiap kisah sejarah dapat dituturkan dengan memikat. Saya pun berharap mampu melakukan hal serupa.
Sebenarnya, saya pun tak tahu harus mengategorikan tulisan ini sebagai apa—bukan novel, bukan pula buku sejarah. Namun bagi saya, bentuk atau genre barangkali tidaklah penting.
Yang ingin saya tulis adalah sebuah buku yang memungkinkan pemb