Bab 147: Pertempuran Batu Melawan Zombie
Zombie itu baru saja siuman dari rasa pusing akibat ledakan yang ditimbulkan oleh Xia Ying. Begitu sadar, ia melihat sesosok makhluk bertubuh besar menyerangnya. Makhluk itu langsung meraung marah karena mengira serangan tadi berasal dari orang di hadapannya ini. Tanpa pikir panjang, kuku-kuku jarinya tiba-tiba diselimuti oleh kobaran api, lalu dengan cepat dicakar dan diayunkan dengan ganas ke arah Shi Kai, disertai lidah api berwarna merah keemasan.
Saat mendekat, Shi Kai sempat mendengar peringatan Xia Ying bahwa zombie tersebut mampu menyemburkan api. Awalnya ia setengah tidak percaya, tetapi kobaran api di cakar zombie di hadapannya ini membuatnya tidak punya pilihan selain mempercayainya. Meskipun terkejut, ia sama sekali tidak panik. Armor batu yang melapisi tubuhnya bahkan mampu menahan peluru penembus baja berdaya ledak tinggi yang hanya meretakkan bagian sekecil ujung jari, dan pembakar asetilena pun tidak mampu melelehkannya. Sekalipun zombie ini jauh lebih kuat dari kedua hal itu, menahan satu atau dua serangan seharusnya bukan masalah besar!
Memikirkan hal tersebut, Shi Kai mengeluarkan raungan keras dan menyambut cakar tajam sang zombie dengan tinju yang dihantamkan secara membabi buta. Kedua kekuatan itu berbenturan, menghasilkan suara dentuman keras yang menggelegar. Shi Kai langsung dihantam hingga amblas ke dalam tanah, sepasang kaki batunya terbenam sepenuhnya ke dalam permukaan bumi!
Di sisi lain, sang zombie juga mengalami nasib yang tidak jauh berbeda. Pukulan Shi Kai barusan langsung membuatnya terpelanting terbang ke udara, bahkan gumpalan api sejati matahari di cakarnya pun buyar seketika! Namun, zombie ini memang bertindak murni berdasarkan insting. Begitu terpental oleh pukulan Shi Kai, sepasang sayap mirip kelelawar di punggungnya langsung terbentang lebar dan mengepak dengan liar dua kali. Meskipun posisinya tampak miring dan tidak stabil, ia akhirnya berhasil mendarat di tanah dengan selamat.
"Aarrgh!" Zombie itu melolong marah ke arah Shi Kai, jelas-jelas sangat geram!
"Sial, pukulannya bertenaga sekali!" Pukulan yang tadi digunakan Shi Kai untuk beradu kekuatan dengan zombie itu kini dipenuhi oleh retakan-retakan halus, bahkan serpihan batu kecil terlihat terus-menerus berjatuhan. Seluruh kepalan tangannya juga mengepulkan asap tipis akibat terbakar oleh api sejati matahari barusan!
Mo Yun menatap Shi Kai dengan rasa terkejut. Perlu diketahui, zombie ini pada dasarnya adalah lambang kekuatan mutlak. Ditambah dengan peningkatan yang disebabkan oleh Mutiara Pangu, kekuatan dari cakar zombie tersebut tidak kalah jauh dari kereta cepat yang sedang melaju kencang. Namun, Shi Kai ternyata mampu bertarung seimbang dengannya tanpa menderita kerugian besar—ini benar-benar sebuah hal yang sulit dipercaya!
Shi Kai, yang kedua kakinya masih tertanam di dalam tanah, mendengus pelan lalu mencabut kedua kakinya dari dalam bumi. Setelah itu, ia mengibas-ngibaskan tangan kanannya, membuat serpihan batu yang tak terhitung jumlahnya berjatuhan seketika, hingga tinju raksasanya tampak seolah kehilangan sebagian bagiannya.
"Shi Kai, kau tidak apa-apa?" tanya Xia Ying dengan alis berkerut.
"Hehehe, aku baik-baik saja! Sudah lama sekali aku tidak bertemu monster dengan kekuatan sebesar ini! Aku sekarang merasa sangat bersemangat!" jawab Shi Kai sambil terkekeh. Bagian batu di tangannya yang tadi sempat hilang langsung pulih dan terisi kembali dalam sekejap mata.
"Prioritas utama kita saat ini adalah melenyapkan monster ini, jadi jangan terlalu bersemangat!" seru Xia Ying dengan nada kesal melihat tingkah Shi Kai.
Mendengar ucapan Xia Ying, Shi Kai menarik bibirnya yang telah berubah menjadi batu dengan ekspresi tidak senang, lalu berkata dengan nada tak berdaya, "Baiklah, baiklah, aku dengar kan kata-katamu..."
Mendengar jawaban tersebut, Xia Ying akhirnya mengembuskan napas lega dan menganggukkan kepalanya. Yang paling ia khawatirkan adalah Shi Kai membiarkan hasrat bertarungnya mengambil alih, sehingga mengabaikan komando dan bersikeras bertarung habis-habisan dengan zombie itu... Sejujurnya, jika bukan karena anggota pangkalan lainnya sedang pergi keluar dan hanya si banteng keras kepala ini yang tersisa, ia tidak akan pernah ingin membawa serta rekan yang sering membangkang ini untuk misi penyelamatan...
Xia Ying menarik pelatuk senapan runduk berdaya serang tingginya, lalu mengangkat senjatanya dan membidik sang zombie.
Dengan sentuhan lembut pada pelatuk, sebuah ledakan terdengar disertai kilatan api di ujung laras. Sebuah peluru langsung menghantam dahi sang zombie, dan kekuatan besar itu membuat kepala sang zombie tersentak ke belakang! Namun, sebelum monster itu sempat mengeluarkan raungan amarahnya, senapan runduk di tangan Xia Ying kembali meletuskan tembakan kedua!
Hanya saja, tembakan kali ini tampaknya meleset dari sasaran yang tepat, karena peluru tersebut justru menancap di betis kanan sang zombie. Mo Yun melirik Xia Ying dengan kebingungan. Jarak mereka saat ini hanya sekitar dua puluh hingga tiga puluh meter, bagaimana bisa akurasi bidikannya begitu buruk? Atau mungkinkah ini memang disengaja? Apakah ini senjata berteknologi tinggi lainnya?
Mo Yun selalu merasa kesulitan untuk memahami berbagai senjata berteknologi tinggi yang diciptakan oleh Xia Ying.
Setelah menerima dua tembakan, meskipun tidak mengenai bagian yang mematikan, serangan itu membuat sang zombie merasa sangat terganggu. Dua butir peluru bersarang di betis dan dahinya, menciptakan pemandangan yang tampak sangat ganjil.
Peluru di dahi jelas membuat sang zombie merasa sangat tidak nyaman. Ia mengangkat cakarnya dengan maksud untuk mencabut peluru tersebut, tetapi sebelum cakarnya sempat menyentuh peluru itu, kedua butir peluru tersebut tiba-tiba memancarkan kilatan listrik berwarna biru jernih. Diikuti suara letupan kecil, seluruh tubuh sang zombie bergetar hebat dan ia jatuh tersungkur ke tanah, meronta-ronta kejang bagaikan seseorang yang sedang mengalami serangan epilepsi—persis seperti itu, hanya saja tidak ada busa yang keluar dari mulutnya!
"Tentu saja, meskipun ini adalah makhluk mayat hidup, sistem konduksi sarafnya tetap sama!" Xia Ying menjentikkan jarinya, dan senapan runduk di tangannya seketika menghilang.
Melihat sang zombie terjatuh, Shi Kai langsung melompat tanpa berpikir panjang. Tangan kanannya kembali membesar beberapa kali lipat dan ia menghantamkan tinjunya dengan ganas ke arah kepala sang zombie! Hal yang ingin ia lakukan adalah meremukkan zombie tersebut hingga berkeping-keping! Tadi ia sudah melihat sendiri betapa mengerikan daya pemulihan makhluk ini; jika tidak membuatnya hancur total, dikhawatirkan mereka tidak akan pernah bisa membunuhnya!
Gerakan Shi Kai tanpa ragu sangatlah cepat. Ia langsung melancarkan serangan hampir bersamaan dengan detik saat zombie itu terjatuh, tanpa menyia-nyiakan waktu bahkan selama satu milidetik pun. Namun, ia dan Xia Ying telah melupakan satu hal penting: selain tubuh fisiknya, zombie ini juga memiliki api! Menyegel tubuh fisiknya saja tidak ada gunanya!
Tepat saat Shi Kai menerjang maju, tubuh zombie yang sedang meronta-ronta di atas tanah itu tiba-tiba memancarkan kobaran api yang sangat dahsyat. Bagai semburan dari alat penyembur api, api tersebut menyambar ke arah Shi Kai dengan ganas!
Shi Kai langsung merasa terkejut luar biasa. Ia sudah merasakan sendiri seberapa besar daya rusak api tersebut. Jika serangan itu mengenap telak di tubuhnya, diperkirakan armor batu miliknya akan meleleh menjadi magma hanya dalam waktu satu detik! Pada saat itu, bahkan debunya pun tidak akan tersisa!
Kendati demikian, posisinya saat ini sedang berada di udara sehingga ia sama sekali tidak memiliki cara untuk menghindar. Ia hanya bisa menyaksikan api yang menjulang tinggi itu menerjang lurus ke arah wajahnya!
Apakah aku akan mati di sini? Shi Kai tersenyum pahit dalam hati. Namun, tepat pada saat ia memejamkan mata untuk bersiap menyambut kematian, sesosok bayangan tiba-tiba melompat dan berdiri tepat di hadapannya. Sosok itu menghantamkan kakinya ke bahu Shi Kai, menendangnya hingga terpental mundur dengan keras. Sementara itu, tepat di hadapan gelombang api yang mengamuk, muncul sebuah perisai berat berwarna hitam yang sangat besar, berhasil menahan hantaman api yang membara itu dengan kokoh dan stabil!
Itu adalah pemuda yang bernama Mo Yun! Shi Kai membelalakkan matanya, wajahnya dipenuhi oleh ekspresi tidak percaya. Pemuda itu benar-benar mampu menahan kobaran api yang begitu mengerikan! Kemampuan jenis apa ini sebenarnya!