Setelah tiga tahun menjalani kehidupan baru di dunia lain, Wang Zihuan diam-diam mengikuti sebuah acara realitas cinta tanpa sepengetahuan kakak perempuannya yang telah lama menjadi teman dekatnya. Awalnya, ia mengira rahasianya masih aman tanpa ada yang mengetahui. Namun, saat kembali ke rumah, ia justru tersadar bahwa segalanya jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan... Di saat yang sama, para wanita dari acara tersebut—mulai dari kakak selebriti di tim produksi, dewi kampus, hingga putri keluarga kaya—mulai berlomba-lomba mendekatinya dengan semangat yang luar biasa...
Pagi hari.
Sinar matahari menembus tirai tipis, membanjiri ruangan dan memantul di atas selimut yang berserakan, menciptakan bayangan bercak-bercak, membawa kehangatan dan harapan bagi hari yang baru.
“Tok... tok... tok...”
Suara ketukan pintu membangunkan Wang Zihuan yang masih terlelap. Dengan kepala yang masih berat, ia menutupi telinganya dengan kedua tangan, membalikkan badan dan tetap tak bergerak, sama sekali tak berniat bangun.
Namun, orang di luar rupanya tak berniat menyerah. Ketukan itu terus berlanjut, nyaring menusuk telinga.
“Berhenti mengetuk! Reinkarnasinya arwah kelaparan ya, sebentar lagi aku bangun!” Wang Zihuan menyingkirkan selimut dari tubuhnya dan berteriak frustrasi.
“A Huan, hari ini aku mau telur ceplok dan sosis panggang.” Suara merdu terdengar dari luar pintu.
“Iya, iya, aku tahu.” Wang Zihuan menarik napas, meraih baju di atas kursi dan memakainya.
Begitu membuka pintu dan melangkah ke ruang tengah, ia melihat sesosok perempuan berbaring di sofa. Sebagian wajahnya tertutupi rambut cokelat, bagian yang tampak begitu halus dan bening, bak sepotong giok putih sempurna yang memancarkan pesona memikat.
Dengan balutan baju tidur renda hitam semi transparan, meski berbaring, dadanya yang indah seolah menantang gravitasi, naik turun perlahan seiring napas teratur. Di bawahnya, pinggang ramping mengalir ke sepasang kaki jenjang dan padat, proporsional dan menggoda.
Wang Zihuan buru-buru menengadah, mencubit hidungnya.
Sialan, kenapa hari ini tiba-tiba ganti gaya? Selama tiga tahun aku d