Bab 30: Ini Pasti Hanya Lelucon

Aku ikut acara cinta di televisi, ternyata sahabat kecilku adalah pengamat selebritas Jeruk yang Menyimpan Kartu As 2722kata 2026-02-08 22:26:24

Benar, seluruh tubuh Pei Qianyi benar-benar terkejut. Meskipun terkesan sedikit merasa dirinya terlalu penting, ia sudah yakin bahwa lagu ini diciptakan oleh Wang Zihuan setelah mendengar kisahnya.

Hanya dalam waktu satu jam lebih, sebuah lagu cinta dengan kualitas setinggi ini selesai tercipta. Bakat macam apa ini?

Pei Qianyi merasakan jantungnya berdebar kencang, matanya memancarkan kekaguman yang tak disembunyikan.

...

Di lokasi syuting, wajah dewasa dan menawan Yu Man dipenuhi senyum lebar.

Awalnya, ia memilih Wang Zihuan sebagai tamu hanya karena pernah mengikuti Jiang Jianing dan memang pria itu tampan.

Namun kini, pria ini telah memberinya begitu banyak kejutan.

Membawa bintang tamu perempuan berjualan di acara kencan saja sudah hasil yang luar biasa. Baru empat hari berjalan, ia sudah menciptakan satu lagu piano dan dua lagu pop.

Walaupun salah satu lagu itu hanya dinyanyikan beberapa baris, justru membuat orang makin penasaran.

Yu Man sampai ragu apakah data latar belakang mereka salah, benarkah Wang Zihuan mahasiswa jurusan jurnalistik?

Kualitas ini jauh melampaui para trainee di agensi-agensi artis, bahkan bisa dibilang berada di kelas yang berbeda sama sekali.

"Beri tahu tim editing, nanti saat mengedit, jumlah adegan Wang Zihuan harus paling banyak, termasuk obrolannya dengan Pei Qianyi saat melepas mikrofon, beri beberapa cuplikan," perintahnya pada asisten sutradara di sampingnya.

"Tapi, Kak Man, saat dulu Aktor Zhang memilih ikut acara kita, ia minta diberikan durasi paling banyak," asisten ragu-ragu menanggapi.

"Xiao Zhang, sebenarnya lamamu di industri ini hampir sama denganku, tahu kenapa kau belum jadi sutradara utama? Kurang sedikit keberanian saja," Yu Man mendesah. "Lakukan saja seperti kataku, nanti kalau Zhang Yankang tanya, biar aku yang jelaskan."

"Baik," jawab asisten itu menurut, lalu berbalik dan pergi.

...

Selesai bernyanyi, Wang Zihuan menyebutkan judul lagunya, "Kembali ke Awal", lalu dengan wajah tebal menerima tepuk tangan semua orang. Ia sempat melirik Pei Qianyi diam-diam, namun langsung kecewa berat.

Pei Qianyi sama sekali tidak menangis, bahkan di wajahnya tak terlihat sedikit pun ekspresi sedih.

Yang lebih mengejutkan, Wang Zihuan malah melihat senyum cerah di sana.

"Sudah kuduga, perempuan memang tukang PHP," batinnya menggerutu. Dua tujuan sekaligus tercapai, meski ia agak sedih harus kehilangan 1100 poin.

Untung saja tak ada hukuman untuk misi kali ini.

Kekeliruan Wang Zihuan kali ini sebenarnya karena Pei Qianyi memang sudah tak punya perasaan terhadap hubungan itu, seperti yang ia bilang, sejak putus ia sudah sadar dan tak merasakan amarah lagi.

Tak ada emosi berarti benar-benar tak peduli.

Bahkan, sekarang ia malah curiga apakah barusan dirinya jatuh hati.

Waktu sudah hampir pukul dua belas malam, tim acara mengirim pesan mengingatkan bahwa masih ada sesi pesan suka hari ini, jadi para tamu pun tak melanjutkan permainan dan bubar dengan pikiran masing-masing.

Setelah kembali ke kamar di lantai dua, Wang Zihuan langsung menjatuhkan diri ke ranjang, berniat beristirahat sejenak.

Hari ini ia sudah berjualan, merebus sup, bernyanyi, sungguh melelahkan, ia tak ingin bergerak sedikit pun.

"Sesi pesan suka ini benar-benar menyebalkan, kenapa tidak langsung istirahat saja," keluhnya.

Gao Qiming yang juga sedang istirahat menenangkannya, "Namanya juga acara, buat penonton kan sesi ini paling menarik."

"Benar juga, kalau tidak, para selebriti tamu pengamat itu tak ada kerjaan," Wang Zihuan menimpali.

Saat itu, ponselnya bergetar, pesan dari Li Wanxin masuk.

"Hari ini tidak bisa video call, harus lembur syuting adegan besok," begitu isi pesan Li Wanxin.

Li Wanxin tak perlu kode-kode pada Wang Zihuan, memang tak perlu.

Wang Zihuan membalas, "Yah, tak bisa melihat wajahmu yang selalu ku rindukan, bagaimana aku bisa tidur? Aku kangen, kangen, kangen!"

Tak lama, balasan pun datang.

Li Wanxin: "Ih, menjijikkan! Gombal banget! Minyak banget!"

Tak lama ia tambah satu pesan lagi, "Tapi karena kau sudah ngomong begitu, aku bermurah hati kasih kau kesempatan. Besok jam dua siang, ketemu di rumah."

Wang Zihuan: "Sebenarnya, aku tidak terlalu kangen, cuma basa-basi saja."

Li Wanxin: "Berani-beraninya kau, anjing budak! Kalau besok jam dua siang kau tak muncul, kepala anjingmu tak selamat!"

Li Wanxin: "Sudah dulu, aku harus syuting."

Bersamaan dengan itu, Li Wanxin mengirim sebuah video.

Wang Zihuan menontonnya, ternyata rekaman diam-diam dari lokasi syuting, puluhan orang berkumpul di kantor luas, sepertinya sedang syuting adegan kantor.

Tak lama, ada pesan dari tim acara.

Tim Acara "Cinta Sejati": "Semua tamu pria harap berkumpul di ruang keluarga lantai dua untuk mengirim pesan suka."

"Aduh," Wang Zihuan menghela napas dan berdiri, merasa belum cukup istirahat.

"Hanya butuh belasan menit, tahan saja," Gao Qiming menenangkan sambil tertawa, lalu menambahkan, "Oh ya, aku kasih kabar baik, saranmu soal game 'Kejayaan Para Pahlawan' sudah dibahas, kami putuskan coba rilis mode event baru dulu, lihat respons pasar."

"Oh? Kapan rilisnya?" Wang Zihuan bertanya sambil berjalan, tak menyangka benar-benar diterima.

"Kira-kira sebulan lagi," jawab Gao Qiming.

Wang Zihuan agak terkejut, "Secepat itu?"

Maklum, saran yang ia ajukan tempo hari cukup banyak, dan mengubah sebuah game sebesar itu bukan sekadar mengatur angka atau desain skill, tapi juga butuh banyak tenaga untuk tes keseimbangan, gameplay, dan bug—semua itu memakan waktu.

Gao Qiming tersenyum dan mengangguk, "Sudah jadi prioritas utama, selain aku, semua orang kerja lembur."

Tingkat keseriusan ini lumayan menakutkan, tapi mereka sudah tiba di ruang keluarga, jadi ia tak bertanya lagi.

Di sofa, Han Shaochen dan Zhang Yankang sudah duduk manis, menatap ponsel dengan wajah berpikir.

Wang Zihuan sudah terbiasa, dua kakak ini memang sangat menjaga citra di depan kamera.

Ia sendiri memilih duduk di sofa single, langsung bersandar malas ala gaya Ge You.

"Nyaman," Wang Zihuan mendesah pelan.

Han Shaochen meliriknya, sementara Zhang Yankang tertawa dan menggeleng.

Tentu saja, Wang Zihuan tak setenang itu. Setelah pesan suka yang lalu, tim acara memperingatkan kali ini ia wajib mengirim pesan pada salah satu tamu perempuan, kalau tidak dianggap melanggar kontrak.

Hal ini sempat membuatnya pusing, tapi akhirnya ia memutuskan mengirim pada Pei Qianyi, yang hari ini kencan dengannya.

Alasannya, tata krama orang dewasa.

Namun Wang Zihuan merasa Pei Qianyi tak akan membalasnya, sebab hari ini ia membuat perempuan itu harus menahan lapar, kerja setengah hari tanpa bayaran, bahkan direkam dan videonya tersebar di internet.

Bicara soal berjualan, malam ini ia sempat lihat-lihat, dan ternyata beberapa media daring sensasional sudah menulis, "Mengejutkan! Artis terkenal hidup nestapa di usia dewasa, kini berjualan makanan demi hidup."

Saat membaca itu ia hampir tepuk tangan, kagum karena memang orang-orang ini jago banget cari topik. Sebagai mahasiswa jurnalistik, ia jadi merasa minder.

Tapi hal ini justru menambah popularitas di sistemnya, tercatat sudah 600 ribu orang membicarakannya.

Setelah kembali ke kamar kecil, meski sudah menyanyikan "Kembali ke Awal", Pei Qianyi tetap tak terlihat terharu. Wang Zihuan merasa hari ini ia sudah aman, seharusnya bisa selamat tanpa satu suara pun.

Memikirkan itu, ia bahkan sempat tersenyum ke kamera dan memberi pose dua jari, menunjukkan sikap positif.

Tepat saat itu, ponselnya bergetar hebat. Di layar muncul tulisan:

"Andah menerima 3 pesan, ingin lihat sekarang?"

Wang Zihuan, "Hah???"

Bercanda, nih!