Bab 5: Pemeriksaan Tubuh
Fajar belum menyingsing, namun seorang kepala pelayan dari istana telah memimpin puluhan dayang yang ahli bela diri melangkah masuk ke dalam ruang persemayaman.
Kepala pelayan senior ini adalah orang kepercayaan Ibu Suri. Ia mendapat kabar pagi-pagi sekali dari seorang pelayan kediaman Pangeran Duan. Menurut laporan pelayan itu, Nona Kedua Keluarga Ji nekat berselingkuh dengan pria lain di malam pernikahan arwahnya dengan Pangeran Duan. Keduanya seolah tidak mengenal rasa malu, bahkan nekat melakukan perbuatan keji tepat di hadapan jenazah Pangeran Duan di dalam ruang persemayaman.
Ibu Suri hampir saja dibuat mati berdiri saat mendengar berita tersebut. Jika bukan karena kekhawatiran akan skandal besar yang akan mencoreng nama baik istana, ia mungkin sudah mengirim pasukan penjaga untuk mengeksekusi Ji Zhiqing seketika itu juga.
Saat memasuki ruang persemayaman, kepala pelayan itu telah bersiap mental untuk menyaksikan pemandangan yang menjijikkan. Namun, setelah mengamati sekeliling, ia mendapati suasana di dalam ruang persemayaman tampak normal. Hanya ada seorang wanita berbalut pakaian pengantin yang sedang berlutut dengan tegak di atas bantal sembahyang, dengan kedua tangan tertangkup, sedang merapalkan doa.
Kepala pelayan itu adalah sosok senior di istana yang bahkan harus dihormati oleh kaisar. Tanpa basa-basi, ia menarik Ji Zhiqing yang sedang berlutut dan mengamatinya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan saksama.
Ji Zhiqing tersentak saat melihat siapa yang datang. Ternyata itu adalah Kepala Pelayan Chang? Di kehidupan sebelumnya, wanita ini adalah orang kepercayaan Ibu Suri, namun pada akhirnya berhasil disuap oleh Ji Zhiqing dan berdiri di pihak yang sama dengannya. Hanya saja, di kehidupan saat ini, Ji Zhiqing mengenalnya, namun sang kepala pelayan tidak mengenalnya.
"Apa yang sedang dirapalkan oleh Putri saat tangan Anda tertangkup tadi?" tanya Kepala Pelayan Chang.
Ji Zhiqing menundukkan pandangannya dan menjawab dengan tenang, "Suami saya gugur di medan perang. Saya hanya bisa melantunkan doa sepanjang malam agar arwah suami saya mendapatkan ketenangan di alam sana."
Kepala Pelayan Chang mengitari Ji Zhiqing, memastikan tidak ada satu bagian pun yang tampak mencurigakan. Ia tidak menemukan jejak perbuatan maksiat sedikit pun. Karena itu, ia memutuskan untuk langsung ke pokok permasalahan.
"Pagi ini, seorang pelayan pergi ke Istana Renshou dan melaporkan bahwa tadi malam, Putri melakukan perbuatan keji dengan seorang pria di ruang persemayaman ini." Kepala Pelayan Chang menatap tajam ke arah Ji Zhiqing. "Apa tanggapan Anda mengenai hal ini?"
Ji Zhiqing tertegun seolah mendengar kabar angin yang mustahil. Ia mundur beberapa langkah dengan wajah tidak percaya, lalu menunjuk dirinya sendiri sambil gemetar, "Saya? Saya?"
Ia tampak ketakutan dan bingung, hingga akhirnya air mata menetes di pipinya. Ia langsung berlutut ke lantai. "Saya benar-benar difitnah! Saya memohon kepada Ibu Suri untuk menyelidiki kebenarannya! Tadi malam saya melantunkan doa untuk menenangkan arwah Pangeran Duan sepanjang malam. Jangankan melakukan perbuatan keji, melihat seorang pria asing saja tidak pernah!"
Mata Ji Zhiqing berkaca-kaca, menangis dengan penuh kesedihan. Namun, Kepala Pelayan Chang tetap bergeming. "Sudah atau belum pernah dilakukan, pemeriksaan tubuh akan membuktikannya. Saya harap Putri tidak mempersulit tugas saya."
Mendengar itu, napas Ji Zhiqing sedikit tertahan. Sepertinya ia tidak bisa menghindari pemeriksaan ini. Tadi malam, ia terkena pengaruh dupa perangsang dan berniat menahan efek obat tersebut sendirian, namun Xiao Tingfeng malah memancingnya hingga ia kehilangan kendali. Setelah kesadarannya pulih, Ji Zhiqing segera menyadari bahwa ia telah dijebak!
Xiao Tingfeng tentu tahu ada seseorang yang merancang semua ini di balik layar. Ia membantu Ji Zhiqing mengenakan pakaian pengantinnya kembali dan menenangkannya, "Ada aku di sini."
Ji Zhiqing menyunggingkan senyum tipis yang getir, "Bukankah Yang Mulia berencana berpura-pura mati?"
Xiao Tingfeng menjawab dengan sungguh-sungguh, "Tapi sekarang tidak bisa. Aku tidak bisa membiarkanmu menanggung fitnah ini."
Ji Zhiqing memutar bola matanya dan berkata dengan lembut, "Tenang saja, Yang Mulia. Saya bisa menyelesaikannya sendiri. Jika saya tidak mampu, barulah Yang Mulia muncul!"
Xiao Tingfeng ingin membantah, namun melihat keteguhan hati Ji Zhiqing, ia pun menuruti permintaannya. Keduanya bergegas merapikan kembali ruang persemayaman agar tampak seperti sediakala. Ji Zhiqing hanya bisa meringis dalam hati. Menghabiskan malam pengantin di ruang persemayaman suami memang sebuah pengalaman yang tak terbayangkan!
Sekarang, Kepala Pelayan Chang meminta untuk memeriksa tubuhnya. Memang, pemeriksaan tubuh adalah cara paling efektif untuk meredam desas-desus dan membuktikan kesuciannya. Namun, karena ia benar-benar telah melakukan hubungan suami istri dengan Xiao Tingfeng, pemeriksaan apa pun pasti akan mengungkap hal tersebut!
Jika itu terjadi, tuduhan bahwa ia berselingkuh dengan pria lain di ruang persemayaman akan sulit dibersihkan, dan ia terpaksa membiarkan Xiao Tingfeng muncul untuk menangani masalah ini. Namun, jika Xiao Tingfeng "hidup kembali" sekarang, bagaimana ia akan melacak dalang yang ingin membunuhnya? Oleh karena itu, bagaimanapun caranya, Ji Zhiqing harus menyelesaikan masalah ini sendirian.
Dalam sekejap, Ji Zhiqing menenangkan pikirannya. Ia menatap Kepala Pelayan Chang dengan senyum cerah, "Kepala Pelayan Chang, saya bersedia diperiksa, namun saya harap Anda sendiri yang melakukannya!"
Kepala Pelayan Chang melirik rombongan dayang di belakangnya dan menjawab singkat, "Baik." Ia memberi isyarat, "Silakan Putri pindah ke balairung samping."
Namun, Ji Zhiqing tetap berdiri di tempatnya. Kepala Pelayan Chang menyipitkan mata, "Apa Putri merasa bersalah?"
Ji Zhiqing menggeleng, "Kepala Pelayan Chang, saya hanya berpikir, siapa sebenarnya yang begitu tega menjebak saya?" Ia menatap sang kepala pelayan dengan jujur, "Jika pemeriksaan tubuh ini terbukti membersihkan nama saya, bagaimana Ibu Suri akan menghukum pelayan yang telah memfitnah saya itu?"
Kepala Pelayan Chang terdiam sejenak, lalu menjawab, "Jika pelayan itu sengaja memfitnah, tentu ia akan dipukuli hingga tewas dan dibuang ke sungai untuk menjadi makanan ikan."
Mendengar hal itu, sudut bibir Ji Zhiqing terangkat, "Jika demikian, saya bersedia diperiksa. Mohon Kepala Pelayan Chang mengembalikan nama baik saya."
Di sisi lain, di Istana Weiyang.
Ji Hanyi baru saja masuk ke istana dan langsung diangkat menjadi selir tingkat rendah. Ia merasa sangat bangga dan menjadi pusat perhatian. Ia telah melayani kaisar selama dua malam berturut-turut dan menerima banyak sekali hadiah emas dan perhiasan. Ia merasa waktu berlalu terlalu cepat dan ingin terus mendampingi kaisar.
Ji Hanyi teringat pada "hadiah besar" yang ia kirimkan kepada Ji Zhiqing, dan ia pun merasa sangat senang di atas penderitaan orang lain. Bahkan jika itu adalah barang yang tidak ia inginkan, Ji Zhiqing tidak berhak memilikinya. Ji Zhiqing hanya pantas berlutut memohon belas kasihan dan memakan sisa-sisa makanan, hidup di tempat gelap seperti tikus yang tidak berani menampakkan diri seumur hidup!
Itulah sebabnya ia sengaja mengirim seorang pelayan untuk mendampingi Ji Zhiqing, agar pelayan itu membakar dupa perangsang di malam pernikahan arwah tersebut. Ji Zhiqing pasti akan termakan perangkap dan berselingkuh dengan pria lain di ruang persemayaman. Begitu hari berganti, ia akan memerintahkan pelayan itu melapor kepada Ibu Suri. Siapa yang tidak tahu betapa Ibu Suri sangat menyayangi Pangeran Duan?
Ji Zhiqing yang berani berbuat nista di ruang persemayaman Pangeran Duan pasti akan membuat Ibu Suri murka dan dijatuhi hukuman mati. Itulah yang ia inginkan—memastikan Ji Zhiqing mati tanpa tempat untuk dikuburkan!
Mengapa Ji Zhiqing yang serba kekurangan dibandingkan dirinya justru memiliki wajah cantik yang memikat? Mengapa ia yang paling disayangi orang tua harus menjadi janda, sementara Ji Zhiqing yang hanya seekor ayam kampung berubah menjadi burung phoenix dan menjadi permaisuri yang dipuja banyak orang? Mengapa!