Bab Seratus Empat Puluh Delapan: Sekelompok Orang Bodoh!
Minyak mayat!
Qin Yan mengucapkan keempat patah kata tersebut, membuat bos gendut itu akhirnya tidak bisa tenang.
Wajahnya berubah drastis, sekujur tubuhnya gemetar ketakutan, sama sekali tidak menyangka bahwa Qin Yan benar-benar mengetahui tentang minyak mayat.
Perlu diketahui, benda bernama minyak mayat ini diambil dari dalam mayat. Di dalam makam-makam zaman kuno, yang disebut lampu abadi dan lampu penuntun jiwa, semuanya menggunakan minyak mayat yang dapat menyala dalam waktu lama, sekaligus mampu menarik sebagian arwah penasaran.
"Kau, kau bicara omong kosong..." Bos gendut itu menyangkal mentah-mentah, mencoba mendekati Qin Yan.
Qin Yan menyipitkan matanya dan berkata dengan nada datar, "Kau tidak hanya menggunakan minyak mayat, tetapi diam-diam juga memelihara hantu kecil. Hmph, resor pegunungan ini rupanya sudah merenggut banyak nyawa manusia, benar atau tidak?"
Meskipun hantu kecil hanyalah seberkas arwah penasaran dan bukan hantu dalam arti yang sebenarnya, kecuali jika seseorang memiliki metode pemeliharaan hantu yang sejati, seperti warisan dukun hantu dari suku Miao milik Murong Zi, barulah ia dapat benar-benar mengendalikan hantu kecil tersebut. Jika tidak memiliki metodenya, seseorang hanya bisa mengandalkan esensi jiwa manusia yang masih hidup atau membahayakan nyawa untuk mempertahankannya, yang berujung pada terbentuknya sebuah siklus: hantu kecil menjadi semakin kuat dan semakin banyak membunuh orang.
Pada akhirnya, hal itu akan berbalik menyerang tuannya sendiri.
Sementara bos gendut di hadapannya ini, kemungkinan besar sudah tidak mampu lagi mengendalikan hantu kecil itu dan hanya bisa membiarkannya keluar pada tengah malam serta membiarkannya membunuh orang semaunya.
Karena suara Qin Yan yang cukup keras, pintu-pintu kamar lain terbuka, dan Qi Sheng beserta rombongannya keluar.
"Ada apa ini?" Han Yazi bertanya bersuara.
Tepat saat Qin Yan hendak menjawab, bos gendut itu menunjuk ke arah Qin Yan dan berteriak dengan suara melengking, "Teman kalian ini memiliki niat yang tidak baik. Listrik tadi sempat padam, dan aku naik ke atas untuk mencari penyebabnya. Baru saja aku memperbaiki jalurnya, aku melihatnya keluar secara diam-diam dan berjalan menuju kamar itu. Aku memergokinya, tetapi dia malah berdebat denganku."
Kamar yang dimaksud oleh bos gendut itu adalah kamar Lin Yunyun.
Yang Shuyan mencibir sinis, "Hmph, aku sudah menduga dari awal bahwa niatmu memang tidak baik. Katakan, selarut ini, apa yang kau lakukan di kamar Yunyun?"
Ia selalu memandang rendah Qin Yan, terlebih lagi ada beberapa konflik yang terjadi di siang hari tadi. Sekarang, setelah mendapati kesempatan ini, wajarlah jika ia melontarkan cemoohan besar-besaran, bahkan sangat ingin maju dan menampar wajah Qin Yan beberapa kali dengan keras.
"Apakah kalian begitu saja mempercayai perkataannya?"
Qin Yan sama sekali tidak melirik Yang Shuyan, melainkan menatap tajam ke arah bos gendut itu. Dengan nada tegas tanpa ragu, ia berkata, "Hari ini, aku pasti akan menebasmu."
"Sombong sekali nada bicaramu!"
Qi Sheng dan Qiu Jianliang maju bersamaan, menghalangi dan melindungi bos gendut di belakang mereka.
Qi Sheng berkata dengan nada menyeramkan, "Bocah, kau sialan sedang mencari mati, ya? Siang tadi ingin merebut tasbih milik Yunyun, barusan hampir berbuat celaka kepada Yunyun, dan sekarang malah berniat membunuh saksi untuk menghilangkan jejak. Jangan mentang-mentang bisa sedikit ilmu bela diri kucing-kucingan, lantas kau bisa berbuat semaunya?"
"Benar, Qi Sheng adalah juara tarung bebas. Meskipun amatir, banyak juga atlet profesional yang ikut serta, dan tingkat kesulitannya sangat tinggi. Sebaiknya kau jujur dan mengaku, kalau tidak, kami akan membuatmu merasakan akibatnya!"
Qiu Jianliang menggertakkan giginya, memasang eksporsi seolah-olah sangat membenci kejahatan.
Qin Yan mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan ekspresinya perlahan-lahan menjadi dingin.
"Sekumpulan orang bodoh!"
Ia berbalik, melangkah menuju kamar Lin Yunyun, dan setibanya di depan pintu, ia mengetuknya dengan pelan.
Ucapan Qi Sheng barusan justru mengingatkan Qin Yan. Alasan mengapa hantu kecil itu datang sendiri dan memilih Lin Yunyun adalah karena Lin Yunyun mengenakan tasbih terkutuk yang memancarkan aura najis dan kelam, sehingga secara alami menarik perhatian hantu kecil tersebut.
Tindakan Qin Yan itu membuat alis Qi Sheng berkedut liar.
Ia telah memberikan peringatan keras agar Qin Yan tidak mengganggu Lin Yunyun, tetapi Qin Yan bukan hanya tidak mendengarkan, melainkan malah mengetuk pintu kamar Lin Yunyun tepat di hadapan mereka. Mana mungkin hal ini bisa ditoleransi?
"Kubuat kau mati!"
Qi Sheng melangkah maju beberapa langkah dan langsung melayangkan sebuah pukulan. Kali ini ia tidak menahan diri dan mengerahkan seluruh tenaganya.
Yang Shuyan dan Qiu Jianliang yang melihat hal itu menunjukkan ekspresi senang di atas penderitaan orang lain, sangat ingin melihat Qin Yan segera bernasib sial. Namun, adegan berikutnya melampaui bayangan mereka.
Tampak Qin Yan sedikit mengerutkan kening, bahkan tidak melirik ke arah Qi Sheng. Ia mengibaskan tangannya dengan ringan, dan sebuah embusan angin kencang tercipta, langsung memukul mundur Qi Sheng hingga terpelanting sejauh tujuh hingga delapan meter dan menabrak dinding koridor.
Bruk!
Dampak benturan yang begitu kuat membuat plester dindingnya terkelupas.
Qi Sheng membelalakkan matanya, merasakan tenggorokannya manis, lalu memuntahkan seteguk darah segar yang tampak begitu mengerikan.
Ia berseru kaget, "Kekuatanmu... ini, ini tidak mungkin..."
Dari awal hingga akhir, ia selalu bersikap tinggi hati, memasang gaya seperti seorang tokoh besar, dan sama sekali tidak memandang sebelah mata pada Qin Yan.
Namun siapa sangka, hanya dengan lambaian tangan ringan, Qin Yan berhasil memukul mundur dirinya tanpa memberinya kesempatan sedikt pun untuk melawan. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya kekuatan Qin Yan, yang telah mencapai tingkat yang mengerikan.
Juara tarung bebas?
Yang Shuyan dan Qiu Jianliang saling berpandangan, memperlihatkan ekspresi ngeri di wajah mereka.
Keduanya buru-buru berlari menghampiri dan memapah Qi Sheng berdiri. Qiu Jianliang membelalakkan matanya dan berkata, "Qin Yan, apa kau mencari mati? Beraninya kau memukul orang. Dia ini tuan muda dari Perusahaan Film Qihui, kau..."
"Memukul orang?"
Qin Yan tertawa, menatap ketiga orang itu seraya berkata, "Bilang aku memukul orang, ya? Baiklah, kalau begitu akan aku buktikan pukulan itu pada kalian."
Ia tidak lagi menyembunyikan kemampuannya dan berjalan maju dengan langkah lebar.
Yang Shuyan hendak menghalangi sambil menunjuk ke arah Qin Yan, berusaha menyuruhnya berhenti.
"Enyah!"
Qin Yan mengucapkan satu patah kata dengan gelombang hawa yang bergemuruh dan menggetarkan hati. Kepala Yang Shuyan langsung terasa kosong, dan ia berdiri terpaku dengan linglung di kejauhan.
Berikutnya, Qin Yan mengangkat Qiu Jianliang dan mendaratkan tamparan keras ke wajahnya, membuatnya terpental sejauh empat hingga lima meter dan jatuh dengan berat ke lantai. Tulang rusuknya membentur tanah dan patah beberapa bagian.
Qiu Jianliang menjerit histeris sambil memaki-maki dengan kotor.
Qin Yan seolah tidak mempedulikannya, ia menoleh ke arah Qi Sheng dan tersenyum tipis, "Apakah Kota Provinsi itu hebat? Apakah Perusahaan Film Qihui sangat luar biasa? Di mataku, kau bahkan tidak layak menjadi pengampir sepatuku."
Mengangkat kaki!
Menurunkannya!
Menginjak lengan Qi Sheng, dan dengan suara 'krek', lengan Qi Sheng patah.
"Juara tarung bebas, heh, benar-benar menganggap dirimu sebagai tokoh penting?" Niat membunuh Qin Yan berkobar dengan tatapan dingin. Semua kejadian ini seolah sama sekali tidak berarti apa-apa baginya.
Dengan satu tangan ia mengangkat Qi Sheng, dan tangan lainnya menyeret Qiu Jianliang, lalu melemparkan keduanya ke depan pintu kamar Lin Yunyun.
"Sudah paham sekarang? Begini caranya kalau mau disebut memukul orang."
"Bukankah kalian berdua tadi mengancamku, memandang rendah diriku, mencemoohku, dan memasang sikap tinggi hati? Sekarang bagaimana, kenapa malah tergeletak di lantai seperti anjing?"
"Heh, kalian terus-menerus merendahkanku, bahkan berniat memukulku. Berdasarkan logika kalian, apakah aku tidak boleh membela diri atau melawan balik?"
Qin Yan menatap tajam ke arah Qiu Jianliang dan bertanya, "Tadi Qi Sheng yang menyerang duluan, aku hanya membela diri secara terpaksa. Apakah matamu buta sampai-sampai masih bilang aku yang memulai memukul orang duluan? Sekarang aku benar-benar memukulmu, apa yang bisa kau perbuat padaku?"
Suara Qin Yan menggema di sepanjang koridor.
Bahkan setelah Lin Shuyan sadar kembali, ia tidak berani melangkah maju dan hanya bisa berdiri gemetar di tempat.
Ia takut Qin Yan akan membunuh Qiu Jianliang, sehingga ia meminta belas kasihan kepada Han Yazi. Namun, Han Yazi menggelengkan kepalanya dan berkata dengan suara pelan, "Shuyan, kalian keterlaluan."
Keterlaluan?
Yang Shuyan bertanya dengan heran, "Bagaimana bisa kami keterlaluan? Bukankah hanya mencemooh beberapa patah kata, apa hebatnya?"
Ia merasa dirinya tidak bersalah, dan semua ini sepenuhnya adalah kesalahan Qin Yan.
Han Yazi menghela napas. Sebenarnya ia tidak ingin menjawab, tetapi bagaimana pun juga perempuan itu adalah sahabat baiknya, jadi ia menggelengkan kepala dan berkata, "Kalian sama sekali tidak tahu, sosok seperti apa yang sedang kalian cemooh. Qin Yan tidak mempedulikan kalian demi menjaga perasaanku, tetapi kalian terus-menerus mencemooh, menghina, bahkan terang-terangan melayangkan serangan. Beruntung nyawa kalian tidak melayang, anggap saja kalian sedang beruntung."
"Membunuh kami?" Yang Shuyan membelalakkan matanya, tidak percaya Han Yazi akan berkata seperti itu.
Han Yazi mengangguk dan berkata, "Kau pulang dari luar negeri, lalu mencari pacar yang kaya, dan ingin pamer serta membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Aku bisa memahami perasaanmu, tetapi yang paling tidak boleh kau lakukan adalah mempermainkan Qin Yan. Sudahlah, urus saja dirimu sendiri. Beberapa tahun berlalu, segalanya telah berubah, kau menjadi terlalu materialistis dan bukan lagi Yang Shuyan yang dulu."
Yang Shuyan tertegun sejenak, tidak menyangka Han Yazi akan menilainya seperti itu.
Ia menggertakkan giginya, masih ingin mendebat, lalu menunjuk ke arah Qin Yan dan berteriak melengking, "Dia ingin merebut tasbih milik Yunyun, mengetuk pintu kamar Yunyun di tengah malam, jelas-jelas berniat jahat dan ingin mencelakai Yunyun! Dia itu sampah, bajingan, dan parasit masyarakat!"
Han Yazi menggelengkan kepala dan berhenti berbicara.
"Sampai detik ini pun kalian masih tetap bersikeras dan tidak kunjung sadar. Hari ini akankubuat kalian melihatnya dengan jelas."
Qin Yan menendang Qi Sheng dan Qiu Jianliang minggir, lalu menunjuk ke pintu kamar Lin Yunyun sambil berkata, "Pelacur busuk, apa kau tidak merasa penasaran, koridor begitu berisik, tetapi kenapa Lin Yunyun sama sekali tidak menunjukkan reaksi apa pun?"
Pada detik itu juga!
Yang Shuyan terperanjat kaku!
Benar juga! Keributan sedemikian rupa telah terjadi di koridor, seharusnya Lin Yunyun sudah terbangun sejak tadi. Kenapa ia tidak kunjung keluar?