Bab Enam: Persahabatan di Antara Hidup dan Mati (2)
“Haha, membunuh? Gadis kecil, dengan kekuatanmu yang masih di tingkat Energi Dasar, siapa yang bisa kau bunuh? Kakek sekarang sudah setengah langkah menuju tingkat Kebijaksanaan Roh!” Tangan Seribu Bunga benar-benar merasa geli, bagaimana mungkin di dunia ini ada gadis seberani mati seperti ini? Apakah dia benar-benar tahu apa yang sedang ia katakan? Seorang di tingkat Energi Dasar ingin membunuh seseorang di setengah langkah Kebijaksanaan Roh, ini benar-benar mimpi di siang bolong!
“Kau—” Aura kehancuran di mata Haier semakin pekat, namun saat melihat dua orang yang tiba-tiba muncul di belakang Tangan Seribu Bunga, tangan yang sudah terjulur segera ia tarik kembali. Wajahnya pun jadi agak pucat karenanya.
“Gadis kecil, terimalah nasibmu!” Tangan Seribu Bunga tertawa sinis, lalu mengulurkan tangan hendak menangkap Haier.
“Berhenti!”
“Berhenti!”
Xiao Wenshu dan Long Yan berseru bersamaan, bahkan gerakan mereka pun hampir serupa. Xiao Wenshu langsung melemparkan pisau kecil dari lengan bajunya, sementara Long Yan melemparkan sebongkah batu yang entah kapan ia pungut.
Tangan Seribu Bunga terkejut, segera menoleh ke belakang. Namun saat ia melihat bahwa yang datang hanyalah dua anak muda, dan setelah memperhatikan kekuatan mereka hanya di tingkat Menengah Perubahan Bumi, ia malah tertawa lebih keras:
“Ha ha! Bocah, dengan kekuatan sekecil itu mau jadi pahlawan penyelamat? Biar kakek tunjukkan apa arti sok jagoan! Setelah menghisap tenaga kalian, pasti aku bisa menembus tingkat Kebijaksanaan Roh!” Ternyata Tangan Seribu Bunga bukan hanya kejam pada wanita, tapi juga menguasai ilmu sesat yang dapat menyerap kekuatan orang lain untuk dirinya sendiri!
“Long Yan, bawa Haier pergi! Biar aku hadapi sendiri Tangan Seribu Bunga ini!” Wajah Xiao Wenshu sangat tegang. Meski ia berada di tingkat Menengah Perubahan Bumi, sedangkan Tangan Seribu Bunga belum menembus Kebijaksanaan Roh, namun perbedaan satu tingkat saja sudah sangat besar, apalagi orang ini telah hidup ratusan tahun. Kalau dia tak punya jurus andalan untuk menyelamatkan diri, mustahil Xiao Wenshu percaya!
Andai bisa memilih, tentu ia tak ingin bertarung di sini. Tapi kini tak ada pilihan lain. Tak mungkin ia menyuruh Long Yan bertarung lalu membawa Haier lari. Itu bukan sikap seorang murid jalan kebaikan!
“Jangan banyak omong! Aku tidak akan pergi!” Long Yan mencabut pedang besarnya dari punggung, menatap tajam pada Tangan Seribu Bunga. Lari dari pertempuran bukanlah tabiat Long Yan!
“Long Yan, ini bukan waktunya sok hebat!” Wajah Xiao Wenshu semakin serius.
“Kalau mau pergi, kau saja yang pergi, aku tidak!” Setelah berkata begitu, Long Yan langsung menyerang, tanpa memberi Xiao Wenshu kesempatan berubah pikiran.
“Kau—” Xiao Wenshu menginjak tanah dengan gusar. Mana mungkin ia pergi di saat seperti ini! Maka, sesaat kemudian, ia pun menghunus pedangnya dan menyerbu ke depan, sambil berteriak ke arah Haier yang duduk di tanah dengan wajah pucat, “Haier, cepat pergi! Pergilah sejauh mungkin! Setelah itu nyalakan kembang api, tunggu guru datang menolongmu!”
Tanpa diketahui Xiao Wenshu, sudut bibir Haier tampak berkedut. Ia memandang Xiao Wenshu dengan sedikit rasa kecewa:
Apa di mata kakak seperguruan dia hanyalah sampah tak berguna?
Tapi memang seharusnya ia pergi dulu, lalu kembali lagi nanti—
Haier melirik tajam ke arah Tangan Seribu Bunga, sorot matanya penuh niat membunuh: Berani-beraninya mengincarnya, bahkan memperlakukan kakak seperguruannya seperti itu, orang ini pasti mati!
Setelah melihat Haier pergi, barulah Xiao Wenshu merasa lega dan sepenuh hati terjun ke dalam pertarungan. Walaupun teknik pedangnya hebat dan penuh tenaga, tetap saja tidak mampu melukai Tangan Seribu Bunga! Ia pun mulai merasa putus asa, tampaknya ia memang perlu mencari senjata yang lebih baik!
Long Yan memang berhasil membuat banyak luka, tapi tak ada yang mengenai titik vital, malah membuat Tangan Seribu Bunga semakin beringas dan serangannya makin ganas. Akhirnya mereka berdua perlahan-lahan mulai kewalahan, bahkan bertahan pun semakin sulit, luka di tubuh pun kian bertambah.
Xiao Wenshu tersenyum pahit, lalu menoleh pada Long Yan, “Tak kusangka aku akan mati bersamamu.” Hidup memang penuh ketidakpastian! Xiao Wenshu menggeleng pelan, dalam hatinya tak kuasa menahan rasa getir.
“Jangan banyak bicara! Kalau kau kehilangan semangat bertarung, kau pasti mati! Selama masih bernapas, jangan pernah menyerah!” Mata Long Yan memerah, serangannya jadi semakin membabi buta, seperti siap bertaruh nyawa!
Serangan nekat Long Yan itu justru membuat Tangan Seribu Bunga jadi lebih berhati-hati, karena dia sendiri tak mau mati, sehingga ia sedikit kalah secara mental dari Long Yan!
Melihat kondisi Long Yan, Xiao Wenshu tak tahan untuk mengaum panjang, “Kau benar, Long! Aku memang terlalu sempit!” Selama belum mati, tak boleh mengaku kalah!
Begitu semangatnya kembali, Tangan Seribu Bunga pun merasakan tekanan yang lebih besar. Dalam hatinya ia menggumam, rupanya dua bocah ini memang berasal dari aliran besar! Kalau begitu, sekalian saja, habisi mereka semua, kalau tidak, bila ketahuan sekte-sekte besar, tamatlah riwayatnya!
Sorot mata Tangan Seribu Bunga bersinar ganas, sebagai penjahat kawakan yang telah malang melintang di dunia persilatan ratusan tahun, ia tetap hidup sampai sekarang karena berani mempertaruhkan nyawa! Setelah yakin, ia pun tidak takut terluka dan serangannya jadi semakin ganas!
Ketika Haier kembali diam-diam, ia melihat Long Yan dan Xiao Wenshu sudah penuh luka, sementara Tangan Seribu Bunga telah mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi, jelas hendak menghabisi dua orang yang sudah tak berdaya itu!
Haier terkejut, mata beningnya memancarkan cahaya aneh, lalu tujuh helai daun muncul di tangannya dan dilemparkan ke arah Tangan Seribu Bunga.
Ketujuh daun itu membentuk pola tiga di depan, empat di belakang, meluncur tanpa suara namun sangat cepat menuju tujuh titik mematikan di tubuh Tangan Seribu Bunga.
Saat itu Tangan Seribu Bunga tengah diliputi perasaan puas, matanya penuh kebengisan, sama sekali tak menyadari kehadiran tujuh daun itu. Baru ketika daun sudah setengah jengkal darinya, suara angin tajam tiba-tiba terdengar, kecepatannya melonjak dua kali lipat, dan ia tak sempat lagi menghindar!
Ia hanya sempat menoleh, melihat wajah Haier yang tersenyum dingin, lalu sebersit pemahaman muncul di matanya:
Ternyata kematianku memang tak perlu disesali, gadis ini terlalu pandai menyembunyikan kekuatannya!
Padahal, yang tak ia ketahui adalah Haier memang tak pernah menyembunyikan apa pun, hanya saja tubuhnya berbeda dari manusia sehingga beberapa tingkat kekuatan memang tak bisa terdeteksi! Namun memang benar, sejak ia berani mengincar Haier, saat itulah ia sudah ditakdirkan untuk mati!
Xiao Wenshu dan Long Yan sudah pasrah menunggu ajal, namun tiba-tiba melihat Tangan Seribu Bunga membelalak lalu roboh tak bernyawa, keduanya sempat terpana, lalu langsung merasa sangat lega: Mereka ternyata selamat?
“Haha!”
“Hehe!”
Keduanya saling tertawa, pada momen itu, tak ada lagi permusuhan antara kebaikan dan kejahatan, semuanya lenyap di antara mereka.
“Aku mengakui kau sebagai saudaraku!” Long Yan bicara lebih dulu, jelas Xiao Wenshu sangat cocok dengannya.
“Aku juga menganggapmu saudaraku!” Xiao Wenshu juga bukan tipe yang suka ragu. Setelah bersama-sama melewati bahaya maut, mereka pun membangun persahabatan sehidup semati, sebuah ikatan yang tak akan pernah berubah seumur hidup!