Bab Delapan Puluh Tiga: Awal Pertempuran Besar
Di hamparan luas terbentang sebuah padang rumput yang subur, membentang sejauh mata memandang, tak berujung dan memancarkan kesan megah yang sunyi. Di kedua sisi padang itu menjulang dua jajaran pegunungan yang tiada putusnya. Sebenarnya, pegunungan itu adalah satu jalur pegunungan yang sama, Pegunungan Sepuluh Ribu Binatang, yang merupakan pegunungan paling panjang di seluruh Dimensi Xuanwu, membentang hingga ratusan ribu li jauhnya. Sementara itu, Dataran Xuanwu di hadapan bagaikan seekor naga raksasa yang melintang di tengah Pegunungan Sepuluh Ribu Binatang, memisahkan pegunungan itu menjadi dua bagian besar.
Saat ini, di tengah Dataran Xuanwu telah berkumpul lautan manusia yang tak terhitung jumlahnya. Namun, meski begitu banyak orang berkumpul di sini, suasananya tidak seramai yang dibayangkan. Justru yang terasa adalah keheningan yang mencekam, seakan udara dipenuhi aura membunuh.
Di tengah Dataran Xuanwu, manusia dan bangsa iblis terbagi dalam dua kelompok besar yang saling berhadapan dengan jarak seratusan meter. Rupanya, kedua belah pihak sedang bersiap untuk sebuah pertempuran besar.
Jika diperhatikan lebih cermat, tiap pihak kembali membagi barisan mereka menjadi tiga kelompok yang masing-masing berjauhan dan saling berhadapan. Ketiga barisan ini dikelompokkan berdasarkan tingkat penguasaan mereka. Para pendekar tingkat Awal dan Menengah menempati barisan paling kiri, para pendekar tingkat Konsentrasi dan Penembusan menempati barisan tengah, sementara pendekar tingkat Transformasi dan di atasnya berada di barisan paling kanan.
Dari ketiga barisan itu, barisan tengah memiliki jumlah terbanyak, sedangkan dua barisan di kiri dan kanan jumlahnya hampir sama. Hal ini karena para pendekar tingkat Awal umumnya tak diizinkan masuk oleh sekte atau keluarga mereka. Bahkan pendekar tingkat Menengah pun jarang direstui masuk ke Dimensi Xuanwu ini. Bagaimanapun, tempat ini dipenuhi bahaya, bahkan pendekar tingkat tinggi pun bisa kehilangan nyawa jika ceroboh, apalagi mereka yang tingkatannya rendah. Inilah sebabnya jumlah orang di barisan kiri dan kanan hampir sama.
Chu Yunfan saat itu berada di barisan paling kiri. Matanya menatap ke segala arah, mengamati sekeliling dengan cermat. Dikelilingi lautan manusia, ia merasa dirinya bagaikan setetes air di samudra, tak mampu menimbulkan gelombang besar, namun dapat merasakan dahsyatnya kekuatan yang mengalir, membuat hatinya bergetar antara bersemangat dan tegang.
Kedua belah pihak diam menunggu, seolah menanti sesuatu. Aura membunuh makin pekat memenuhi udara di sekeliling mereka.
Chu Yunfan tentu saja tahu apa yang sedang ditunggu kedua pihak. Beberapa hari sebelumnya, Huangfu Shaoqi telah memberitahu, demi keadilan, manusia dan bangsa iblis telah membagi medan pertempuran menjadi tiga zona utama. Itulah sebabnya masing-masing pihak membagi pasukan mereka menjadi tiga kelompok.
Selain itu, agar pendekar tingkat tinggi tidak mencampuri zona pertempuran yang lebih rendah, para ahli terkuat kedua ras saat itu bekerja sama membuat sebuah formasi yang membagi medan perang Dataran Xuanwu menjadi tiga bagian, dengan penghalang di antara setiap zona.
Jika ada pendekar kuat yang berusaha menyelinap ke zona yang lebih rendah, bukan hanya akan dihantam serangan mematikan dari formasi tersebut, tapi meski lolos masuk, tingkat kekuatan mereka akan ditekan hingga hanya mampu mengeluarkan kekuatan setara batas tertinggi zona itu.
Untuk mengaktifkan formasi ini diperlukan energi dalam jumlah besar. Maka, para ahli kedua ras telah menyiapkan wadah energi di posisi belakang masing-masing. Begitu kedua pihak memasukkan batu energi ke dalamnya, formasi pun akan aktif.
Tiba-tiba, suara dentuman dahsyat bergema. Sebuah kubah cahaya raksasa turun dari langit, menutupi seluruh medan, membentang sejauh ribuan li. Di dalamnya, tiga penghalang cahaya naik dari tanah menuju langit, lalu menyatu dengan kubah cahaya yang melingkupi area pertempuran, memisahkan seluruh medan menjadi tiga zona dan mengisolasi tiga kelompok dari tiap pihak.
Begitu semuanya selesai, seakan sudah ada kesepakatan tak terucap, kedua pihak serentak meledak maju, menerjang lawan mereka dengan kecepatan kilat.
Dentuman demi dentuman menggetarkan udara. Kedua kubu dengan enam barisan langsung bertabrakan hebat laksana dua gelombang samudra raksasa. Dalam sekejap, semua orang terjebak dalam pertempuran sengit. Cahaya energi berwarna-warni beterbangan, jurus-jurus mematikan menghancurkan segalanya, gelombang kejut menyapu seluruh medan bak badai. Siapa pun yang berada di sini tak mungkin luput—termasuk Chu Yunfan.
Chu Yunfan, terbawa arus manusia, melesat ke arah pasukan bangsa iblis. Di tengah pertempuran, darahnya terasa mendidih, semangat juangnya membara, seakan ada kekuatan besar yang hendak meledak dari dadanya.
Perlu diketahui, di zona tempat Chu Yunfan bertarung hanya terdapat pendekar tingkat Menengah ke bawah, sehingga bangsa iblis di hadapannya kebanyakan belum mampu berubah bentuk. Hanya sekitar seratusan yang telah berwujud manusia, dan mereka biasanya memiliki latar belakang kuat atau pernah mendapat keberuntungan besar—tak ada satu pun yang mudah ditaklukkan.
Chu Yunfan mengunci seekor iblis sapi di hadapannya. Ia mengerahkan seluruh kekuatannya dan melesat cepat ke arah iblis sapi itu. Dalam sekejap, ia sudah berdiri di depannya, lalu melayangkan satu pukulan sederhana tepat ke tanduk di kepala iblis sapi itu.
"Bagus!" Iblis sapi itu mengaum, otot-ototnya menegang, ia menerjang ke depan sambil menundukkan kepalanya, mengarahkan tanduk ke Chu Yunfan. Ia sama sekali tidak memandang remaja yang tampak biasa-biasa saja di depannya sebagai ancaman, sebab ia sendiri berada di puncak tingkat Menengah, dan di zona ini tak ada yang melebihi tingkat itu.
Lagi pula, mencapai puncak tingkat Menengah bukanlah perkara mudah. Mereka yang mampu mencapainya biasanya adalah para jenius yang cemerlang. Di seluruh zona ini, mungkin hanya ada beberapa ratus hingga seribu orang. Jangan kira jumlah itu banyak, sebab di sini hampir semua elit kedua ras berkumpul. Jika dibandingkan seluruh benua, jumlah itu tak seberapa. Betapa sulitnya menembus batas itu tentu sudah terbayang.
Karena itu, iblis sapi ini merasa dirinya hampir tak terkalahkan di zona ini. Bahkan jika sial bertemu lawan sekuat dirinya, ia yakin bisa mundur selamat. Apalagi, menurutnya, mustahil pemuda di depannya seorang pendekar puncak tingkat Menengah.
Terdengar suara keras. Pukulan Chu Yunfan menghantam tanduk iblis sapi itu hingga patah menjadi dua bagian.
"Moo!" Iblis sapi itu melenguh pilu, tak menyangka Chu Yunfan benar-benar seorang pendekar puncak tingkat Menengah, bahkan lebih dari itu. Hanya dengan satu pukulan saja, tanduknya remuk.
Iblis sapi ini sebenarnya cerdas. Menyadari bahwa ia bukan tandingan Chu Yunfan, ia segera melupakan rasa sakit dari tanduk yang patah dan berusaha melarikan diri secepat mungkin.
"Mau ke mana kau!" Chu Yunfan membentak, mengejar iblis sapi itu. Tadi ia bahkan belum menggunakan energi dalam, murni mengandalkan kekuatan fisik saja. Ia tak menyangka iblis sapi yang tampak ganas itu ternyata lemah dan pengecut, langsung lari setelah sekali kalah. Namun Chu Yunfan yang baru mulai bertarung, mana mungkin membiarkan mangsanya kabur?
Bukan berarti iblis sapi itu lemah, melainkan Chu Yunfan-lah yang terlalu kuat. Ia sendiri meremehkan kemampuannya; sebelumnya ia bahkan mampu mengalahkan pendekar tingkat Konsentrasi, walau dengan taruhan nyawa. Jika sesama pendekar puncak tingkat Menengah saja, mungkin hanya segelintir yang bisa menandinginya.
Beberapa saat kemudian, Chu Yunfan sudah berada di belakang iblis sapi itu, lalu dengan lincah melompat ke punggungnya dan kembali melayangkan satu pukulan keras ke kepala si iblis sapi. Suara berat terdengar, dan kepala iblis sapi itu hancur, seketika kehilangan nyawa, kaki-kakinya lemas dan tubuhnya ambruk ke tanah.
Chu Yunfan menepuk punggung iblis sapi itu dengan telapak kirinya, tubuhnya melenting ke udara lalu mendarat dengan mantap di tanah.
Baru saja kakinya menjejak tanah, seekor iblis beruang raksasa setinggi lebih dari dua meter menyerangnya. Iblis beruang itu mengayunkan cakar besarnya ke kepala Chu Yunfan, hendak menghancurkan tengkoraknya.
Chu Yunfan mengayunkan tangan kanannya, menangkis cakar raksasa itu, lalu mengepalkan tangan kiri dan melesat menghadapi iblis beruang secara langsung, menghantam perutnya dengan satu pukulan dahsyat.
"Braakk!"
Tubuh besar iblis beruang mental jauh ke belakang, menimpa salah satu anggota bangsa iblis hingga darah segar menyembur dari mulutnya dan tewas seketika.
Tanpa berhenti, tubuh Chu Yunfan berubah menjadi bayangan-bayangan samar yang menerjang ke arah para anggota bangsa iblis di sekelilingnya.
Dentuman dan ledakan bergema berkali-kali. Setiap pukulan Chu Yunfan menimbulkan suara berat yang menggema di medan perang, dan hanya dalam hitungan ratusan detak napas, sudah puluhan anggota bangsa iblis tewas di tangannya.
Saat Chu Yunfan sedang asyik bertarung, tiba-tiba alisnya berkerut. Ia berbalik dan melancarkan sebuah pukulan, kali ini tinjunya berkilau keemasan dan menggetarkan udara.
Brakk! Suara berat dari benturan tinju dan daging terdengar, dan tubuh Chu Yunfan terpental hebat ke belakang sejauh belasan meter akibat getaran dahsyat dari benturan itu.