Bab 148 Sulit Dibedakan Antara yang Asli dan Palsu
Penggaris Sekte yang tewas seketika oleh tebasan boneka itu telah sepenuhnya dilupakan oleh orang-orang. Ia telah sukses menunaikan tugasnya sebagai umpan meriam. Pada detik ini, seluruh perhatian kembali tertuju pada Cang Tianqi seorang diri.
Satu boneka tahap Pendirian Yayasan tingkat akhir saja sudah cukup mengejutkan, tetapi jika dua boneka dikeluarkan sekaligus, efeknya jelas tidak sekadar satu ditambah satu sama lain.
Terutama ekspresi dan ucapan Cang Tianqi, yang mengatakan bahwa boneka sampah tingkat akhir Pendirian Yayasan seperti itu masih ia miliki banyak. Di saat semua orang masih diliputi keterkejutan, melontarkan ucapan yang begitu arogan tentu semakin melipatgandakan efeknya.
"Boneka! Senjata pembunuh tanpa rasa takut dan tanpa rasa sakit. Di Wilayah Selatan, tidak ada satu sekte pun yang mampu memurnikan boneka, dan para empu boneka juga sudah entah berapa tahun tidak muncul di Wilayah Selatan. Bagaimana mungkin di tubuhnya terdapat boneka tahap Pendirian Yayasan tingkat akhir, bahkan lebih dari satu!"
Tiga leluhur dari tiga sekte saling bertukar pandang, dan masing-masing melihat keterkejutan di mata satu sama lain.
Dengan tingkat kultivasi ketiganya, boneka tahap Pendirian Yayasan tingkat akhir tentu bukan tandingan mereka. Alasan mereka terkejut adalah mengapa Cang Tianqi bisa memiliki boneka semacam itu!
Orang itu ditangkap, tetapi kembali dalam keadaan hidup-hidup. Tidak hanya hidup, sikapnya bahkan sangat sombong dan angkuh.
Selain itu, ia juga mampu mengeluarkan boneka yang tidak dimiliki oleh siapapun di Wilayah Selatan, bahkan itu adalah boneka tahap Pendirian Yayasan tingkat akhir.
Jika dikatakan bahwa Cang Tianqi membunuh sesosok iblis yang telah mengambil wujud manusia, lalu mendapatkan harta-harta ini dari tangan makhluk tersebut, tiga leluhur itu lebih baik mati daripada mempercayainya.
Jangankan kekuatan Cang Tianqi yang seiprit itu, mengingat betapa kuatnya iblis berwujud manusia, bahkan jika mereka bertiga pergi bersama, mereka tidak akan cukup untuk menyelip di sela gigi makhluk itu!
Karena bukan membunuhnya, lalu apa sebenarnya yang terjadi pada diri Cang Tianqi ini?
Setelah dianalisis sedemikian rupa, meskipun wajah ketiga orang itu tidak menunjukkan apa-apa, di dalam lubuk hati mereka, mereka tidak bisa menahan rasa gentar.
Tepat pada saat ini, Cang Tianqi menepuk-nepuk salah satu boneka di sampingnya dengan gaya yang sangat menyebalkan. Suara ketukan yang tumpul bergema di alun-alun yang senyap itu.
Suaranya tidak begitu keras, namun berhasil menyadarkan para kultivasi yang tadinya terperangkap dalam keterkejutan.
Melihat hal tersebut, Cang Tianqi tersenyum puas. Efek inilah yang sejak awal ingin ia capai.
"Kalian pasti merasa penasaran, apa sebenarnya yang terjadi padaku?"
Saat mengucapkan kalimat ini, pandangan Cang Tianqi sengaja disapukan ke arah tiga leluhur sekte. Tatapannya dipenuhi dengan rasa bangga, dan ekspresinya sangat menantang.
Mendapati hal ini, tiga leluhur sekte tentu merasa sangat murka di dalam hati, ingin sekali melenyapkan keparat menyebalkan di hadapan mereka ini hanya dengan satu tatapan. Namun, tak satupun dari ketiganya yang berbuat demikian.
Sebab, di dalam hati mereka, pertimbangan yang mereka miliki jauh lebih banyak daripada sebelumnya. Oleh karena itu, ketiganya justru kompak memilih untuk tetap bungkam.
Cang Tianqi berbasa-basi sembari menepuk tangannya, lalu berdiri dengan tangan disetrap di belakang punggung secara angkuh, dan mulai mengenang masa lalu dengan ekspresi penuh kebanggaan.
"Kala itu saat aku ditangkap, aku mengira diriku pasti mati. Tapi aku salah, orang tua itu tidak hanya tidak membunuhku, melainkan malah menerimaku sebagai murid langsung. Alasannya adalah karena aku terlahir dengan konstitusi tubuh yang istimewa, satu-satunya di dunia, dan merupakan objek pewarisan yang selalu diimpikan oleh Guru!"
"Justru karena konstitusi tubuh yang istimewa inilah yang membuatku mampu menaklukkan Burung Bulu Azure. Demikian pula, karena konstitusi istimewaku inilah yang menyebabkan keanehan pada gelombang pasang binatang buas di masa lalu, di mana banyak iblis yang ingin mendapatkanku!"
"Mengenai apa konstitusi tubuhku ini, kalian tidak perlu tahu. Yang ingin kuberitahu kepada kalian adalah, pemuda yang kala itu memecah Formasi Pelindung Wilayah Selatan dengan satu jari dan membawaku pergi adalah sesosok iblis berwujud manusia, dan dialah Guruku sekarang!"
Sampai di sini, nada bicara Cang Tianqi berhenti sejenak. Kebanggaan di wajahnya tiada bandingannya, ekspresinya seolah-olah tidak ada hal lain di dunia ini yang membuatnya merasa lebih terhormat dan bangga melebihi hal ini.
Semua ini tentu saja hanyalah karangan belaka. Kendati demikian, ia sangat menghayati perannya. Siapa pun yang melihatnya tidak akan mampu menemukan celah apa pun, karena bahkan dirinya sendiri pun telah mempercayai kebohongan yang ia ucapkan itu.
Rona merah di wajah, rasa malu—hal-hal semacam itu sama sekali tidak eksis di hadapannya saat ini. Ia telah mencapai tingkat tertinggi dalam dunia akting, yaitu berhasil menipu dirinya sendiri.
Sementara itu, para kultivator lain yang hadir di sana, begitu mendengarkan perkataan Cang Tianqi, kembali terkejut di dalam hati, terutama tiga leluhur sekte yang ekspresi wajahnya seketika berubah menjadi sangat suram!
Tanpa memberi mereka kesempatan untuk berpikir lebih jauh, suara Cang Tianqi kembali menggelegar!
"Kali ini aku kembali ke Sekte Pemurni Artefak hanya ingin sekadar menengok. Guru sebenarnya tidak mengizinkan karena khawatir aku dalam bahaya, tetapi pada akhirnya berhasil kuperdaya sehingga aku diizinkan kembali ke Sekte Pemurni Artefak untuk menyelesaikan segalanya."
"Dengan keberadaan Guru, para iblis di Lautan Binatang buas tentu tidak berani berbuat macam-macam kepadaku. Namun, para kultivator di Wilayah Selatan belum tentu demikian. Oleh karena itu, demi keamananku, Guru menganugerahkan boneka tahap Pendirian Yayasan tingkat akhir kepadaku untuk menghadapi situasi darurat."
Mendengar ini, Cang Tianqi menggelengkan kepala sambil tersenyum, lalu berucap dengan ekspresi tanpa berdaya, "Haif, Guru kita ini segala sesuatunya baik, hanya saja terlalu rendah hati. Beliau khawatir aku akan menggunakan boneka ini untuk berbuat keonaran, makanya beliau tidak menghapus tanda kesadaran di atas boneka itu, melainkan memberi perintah kepada boneka-boneka ini untuk melindungiku. Jadi, kedua boneka ini, hehe..."
"Benar! Aku tidak bisa menanamkan tanda kesadaran pada kedua boneka ini, sehingga aku tidak dapat mengendalikannya. Mereka hanya akan melindungiku secara insting."
Begitu kalimat ini terlontar, Cang Tianqi seketika merasakan beberapa untai indra spiritual menyelimuti kedua boneka yang berada di sisi tubuhnya.
Ia tahu bahwa keparat-keparat ini sedang memeriksa boneka-boneka miliknya. Terkait hal itu, ia hanya mencemooh dalam hati. Hasil seperti inilah yang ia inginkan.
Namun tepat pada saat itu, leluhur Aula Pembunuh Darah tiba-tiba menyemburkan seteghk darah, dengan ekspresi wajah yang dipenuhi rasa ngeri.
Nenek tua dari Lembah Es serta leluhur Penggaris Sekte juga mengalami perubahan warna air muka yang drastis. Sambil melangkah mundur, sudut mulut mereka turut mengeluarkan darah.
Menyaksikan pemandangan tersebut, orang lain mungkin tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi Cang Tianqi sangat mengetahuinya.
Ia tertawa lepas dengan suara terbahak-bahak. Tatapan yang ia arahkan kepada tiga leluhur sekte itu dipenuhi dengan rasa jijik dan merendahkan.
"Lupa memberitahu kalian, jangan pernah mencoba untuk menghapus secara paksa tanda kesadaran yang ditanamkan Guru ku pada boneka-boneka ini. Bagaimana rasanya? Rasa sakit akibat serangan balik dari tanda kesadaran itu tidak menyenangkan, bukan?"
Tiga leluhur sekte diliputi rasa terkejut yang luar biasa. Ketiganya memang merasakan keberadaan tanda kesadaran di dalam boneka tersebut, dan mereka bahkan sempat bersekongkol untuk mencoba menghapus tanda kesadaran itu secara paksa demi menguji kebenaran dari perkataan Cang Tianqi.
Hanya saja, yang membuat tiga leluhur sekte itu merasa ketakutan adalah tindakan mereka justru membuat diri mereka sendiri menderita serangan balik yang tidak ringan.
Situasi seperti ini hanya dapat membuktikan satu hal: kekuatan mereka bertiga jika dibandingkan dengan iblis berwujud manusia di masa lalu, jaraknya terpaut sangat jauh!
"Cepat usap darah di sudut mulut kalian itu, agar tidak mempermalukan diri sendiri." Cang Tianqi sama sekali tidak menyisakan muka, melontarkan cemoohan secara terang-terangan di hadapan para kultivator dari tiga sekte tersebut.
Sementara tiga leluhur sekte, pada detik ini lubuk hati mereka telah dipenuhi oleh rasa ngeri. Menghadapi cemoohan Cang Tianqi, mereka hanya bisa menelan amarah tanpa berani membalas.
"Hih, kalian mungkin masih memiliki banyak keraguan di dalam hati. Tidak masalah, keparat sepertiku saat ini memiliki banyak waktu luang dan bisa menceritakannya kepada kalian secara perlahan."
Disusul dengan dengusan dingin di dalam mulutnya, Cang Tianqi mengelus kedua boneka di sisinya tanpa merasa bersalah, lalu berkata, "Aku tahu peristiwa gelombang pasang binatang buas di masa lalu telah menempatkanku di pusat perhatian. Oleh karena itu, demi tidak menimbulkan masalah bagi Sekte Pemurni Artefak, sekaligus agar Guru bisa merasa tenang, setelah aku kembali ke Wilayah Selatan, aku memilih untuk menyamar dan mengubah penampilanku melalui artefak sihir untuk sementara waktu."
"Kendati demikian, apa yang terjadi pada Sekte Pemurni Artefak saat ini sungguh membuatku sangat murka. Kalian bertiga sekte benar-benar bersekongkol menyerang Sekte Pemurni Artefak dan berniat memusnahkannya. Hal ini sama sekali tidak dapat kuterima, bagaimanapun juga, aku adalah murid Sekte Pemurni Artefak."
"Maka dari itu, aku tanpa ragu bergabung dalam pertempuran dan dengan tegas berdiri di pihak Sekte Pemurni Artefak. Namun aku tahu, dengan kekuatanku, sama sekali tidak mungkin bisa membalikkan keadaan di seluruh medan perang, sekalipun ditambah dengan Burung Bulu Azure, binatang spiritualku, hasilnya tetap tidak akan berbeda. Oleh karena itu, aku merasa cemas dan terpaksa menghubungi Guru melalui teknik rahasia yang diajarkan olehnya."
"Niat awal Guru adalah melarangku mencampuri urusan ini. Menurut kata-katanya, masalah ini menyangkut seluruh Wilayah Selatan, dan karena beliau bukan penduduk Wilayah Selatan, beliau tidak ingin ikut campur."
Sampai di sini, senyuman di wajah Cang Tianqi perlahan-lahan memudar dan berganti dengan ekspresi geram. Nada suaranya tidak lagi menunjukkan kebanggaan maupun kearoganan, yang tersisa hanyalah kemurkaan!
"Namun, apa yang kalian perbuat sudah keterlaluan. Sekte Pemurni Artefak sudah jatuh ke dalam situasi mengenaskan seperti ini, dan kalian masih berniat membasmi mereka hingga akar-akarnya. Jangankan aku yang tidak bisa menerimanya, bahkan Guru pun ikut murka."
"Setelah mendapat restu dari Guru, aku melangkah keluar dari persembunyian dan berdiri di hadapan kalian, lalu terjadilah pemandangan seperti yang kalian saksikan sekarang ini."
Sambil berbicara, Cang Tianqi menghentikan Burung Bulu Azure di belakangnya agar tidak mengikutinya, dan ia juga tidak memperdulikan kedua boneka tersebut. Ia berjalan selangkah demi selangkah menuju ke arah tempat di mana leluhur Aula Pembunuh Darah berada.
Di alun-alun yang senyap itu, yang terdengar hanyalah suara langkah kakinya. Leluhur Aula Pembunuh Darah melihat Cang Tianqi berjalan mendekat, dan secara refleks malah melangkah mundur satu langkah.
Begitu sadar, ia seketika merasa malu. Tatapannya mendelik tajam ke arah Cang Tianqi dengan sorot mata yang memancarkan kekejaman.
Cang Tianqi pura-pura tidak melihatnya, bahkan kecepatan langkah kakinya sama sekali tidak melambat sedikit pun. Saat ia hampir mendekati leluhur Aula Pembunuh Darah, suara penuh niat membunuh terkeluar dari mulut sang leluhur.
"Jika berani mendekat lagi, jangan salahkan aku jika bersikap tidak sopan!"
"Kau tidak perlu bersikap sopan. Jika punya nyali, bunuh saja aku," ujar Cang Tianqi dengan tatapan sedikit mendongak dan nada datar.
"Keparat!" Leluhur Aula Pembunuh Darah sangat murka. Sambil mengepalkan tinjunya erat-erat, ia ternyata tidak berani melancarkan serangan terhadap Cang Tianqi. Dan pada saat itu, Cang Tianqi telah tiba tepat di hadapannya.
"Sampah!" Wajah Cang Tianqi mendekat ke arah leluhur Aula Pembunuh Darah, dan kedua kata itu diucapkannya perlahan-lahan, satu per satu.
Dua kata yang amat sederhana itu, bagi leluhur Aula Pembunuh Darah, menimbulkan dampak yang tidak kalah dahsyat dari letusan gunung berapi. Amarahnya yang telah lama ia tekan seketika membumbung tinggi!
"Bocah ini mencari mati!"
Disusul dengan raungan amarah dari mulutnya, dalam puncak kemurkaannya, leluhur Aula Pembunuh Darah mengulurkan telapak tangannya dan berniat menghantam kepala makhluk di hadapannya hingga tewas di tempat. Segala pertimbangan di dalam hatinya telah sepenuhnya dikalahkan oleh kemarahan!
Menghadapi kemurkaan leluhur Aula Pembunuh Darah, Cang Tianqi bergeming. Di wajahnya tersungging senyum dingin, bahkan matanya tidak berkedip sedetik pun, membiarkan telapak tangan di atas kepalanya menghantam ubun-ubunnya!
"Jangan lakukan itu!!!"
Tepat saat hantaman itu hendak mendarat, dua teriakan cemas terdengar secara bersamaan. Di saat yang sama, di sisi kiri dan kanan tubuh Cang Tianqi muncul pertahanan yang terbentuk dari dua gelombang kekuatan, yang berhasil menahan telapak tangan yang melayang turun dari atas!
Satu gelombang berupa energi pedang yang tajam, sementara gelombang lainnya berupa energi spiritual yang membeku sedingin es!
Tiga kekuatan saling berbenturan, menghasilkan suara ledakan yang dahsyat. Cang Tianqi sama sekali tidak terluka sedikit pun, tetapi tanah di sekelilingnya terkelupas tebal. Jika bukan karena kedua kekuatan yang tiba-tiba melindungi Cang Tianqi itu sengaja mengendalikan diri, benturan tiga kekuatan tersebut bahkan akan berdampak tanpa pandang bulu terhadap para murid di sekitarnya.
Dua kekuatan yang tiba-tiba melindungi Cang Tianqi itu bukanlah orang lain, melainkan leluhur Penggaris Sekte dan nenek tua dari Lembah Es!
"Jangan gegabah! Tenangkan dirimu!!!" bentak leluhur Penggaris Sekte dengan dingin kepada leluhur Aula Pembunuh Darah!
Bentakan dingin itu mengandung energi spiritual yang merasuk ke dalam telinga leluhur Aula Pembunuh Darah, seketika membuatnya tersadar dari kemurkaan dan memulihkan akal sehatnya.
Menyadari apa yang baru saja ia perbuat, leluhur Aula Pembunuh Darah seketika merasakan ketakutan yang tak beralasan di dalam hatinya, meski di wajahnya sama sekali tidak ia perlihatkan.
Di bawah tatapan tajam dan mendesak dari Cang Tianqi, ia gemetar karena geram, namun tetap menggertakkan gigi, menarik kembali telapak tangannya, lalu mengibaskan lengan bajunya dengan penuh amarah sebagai pelampiasan.
Seiring dengan ditariknya tangan tersebut, dua kekuatan lain yang melindungi Cang Tianqi pun turut membubarkan diri.
Cang Tianqi terkekeh merendahkan, lalu melambaikan tangannya yang besar ke arah Yun Xuan dan Gu Mei'er yang sedang dikurung. Seketika itu juga, kedua wanita tersebut ditarik ke sisinya.
"Mereka berdua adalah temanku. Lepaskan kurungan ini sekarang juga!" Tatapan Cang Tianqi menatap lurus ke arah leluhur Aula Pembunuh Darah, dengan nada suara yang dingin dan dipenuhi titah perintah.