Bab Seratus Dua Puluh Tiga: Tahanan yang Mengerikan
Layaknya pejabat baru yang memulai tugas pada zaman dahulu, Han Ziming mengumpulkan keempat kepala departemen di bawah naungan Kantor Penenteraman untuk mengadakan rapat sekaligus memperkenalkan Zhang Bin, sang Penasihat Militer.
Di ruang rapat, setelah Han Ziming memberikan pengantar singkat, Zhang Bin berdiri dan memberi hormat kepada keempat kepala departemen yang menunjukkan ekspresi beragam. Sambil tersenyum, ia berkata, "Saya baru saja tiba di sini, mohon bimbingan dari kalian berempat ke depannya."
Namun, keempat kepala departemen itu bergeming. Mereka hanya menatap Zhang Bin dengan sorot mata yang dingin dan acuh tak acuh. Suasana di ruang rapat Kantor Penenteraman pun menjadi canggung dan sunyi. Zhang Bin menyipitkan mata; ia tidak menyangka keempat bawahan yang pangkatnya satu tingkat di bawahnya ini begitu tidak sopan kepadanya.
Han Ziming terbatuk pelan lalu membentak, "Kalian semua, beri hormat kepada Penasihat Militer!"
Keempat kepala departemen itu pun berdiri dengan enggan. Mereka memberi hormat ala kadarnya kepada Zhang Bin sambil bergumam tidak kompak, "Salam kepada Penasihat Militer."
Melihat usia mereka yang sudah di atas empat puluh tahun, Zhang Bin membatin, mungkinkah mereka merasa tidak puas karena dirinya yang terlalu muda?
Saat itu, Han Ziming tanpa sungkan berkata di sampingnya, "Ziyu, keempat orang tua keras kepala ini sudah menjabat sebagai kepala departemen setidaknya selama tujuh tahun. Kali ini aku susah payah mengosongkan posisi Penasihat Militer, tetapi ternyata mereka tidak mendapatkannya, jadi mereka merasa tidak puas. Jangan dimasukkan ke dalam hati."
Zhang Bin tersadar, ia tersenyum dan menjawab, "Wakil Kepala Kantor, Anda terlalu berlebihan. Bagaimana mungkin bawahan ini memasukkannya ke dalam hati."
Han Ziming kembali menegur keempat kepala departemen itu, "Kalian jangan mengeluh. Ziyu menggantikan posisiku sebagai Penasihat Militer di Kantor Penenteraman ini atas perintah Kaisar, bukan atas kehendak Perdana Menteri."
Mendengar itu, ekspresi Zhang Bin tetap tenang, namun hatinya berdesir. Han Ziming mengatakannya tanpa tedeng aling-aling, jelas ingin menegaskan kepada keempat orang itu bahwa jika ingin menyalahkan seseorang, salahkanlah Kaisar Zhao Xu, bukan Perdana Menteri Han Qi.
Keempat kepala departemen itu saling berpandangan, lalu berdiri dan membungkuk serentak kepada Han Ziming, "Mohon maafkan kami, Wakil Kepala Kantor. Kami tentu akan mematuhi perintah Kaisar."
……
……
Pertemuan dengan keempat kepala departemen itu tidak terlalu menyenangkan dan berakhir dengan suasana canggung. Namun, Han Ziming tampak sangat antusias mendampingi Zhang Bin berkeliling dan memperkenalkan kantor tersebut.
"Ziyu, karena kau baru datang dan harus mempersiapkan ujian negara tahun depan, tugasmu pasti sudah menumpuk. Bagaimana jika kau fokus mengurus bagian interogasi dan tawanan saja? Urusan lainnya tidak perlu kau pusingkan!" ujar Han Ziming sambil tersenyum saat mereka mengunjungi penjara kantor tersebut.
Kantor Penenteraman terbagi menjadi empat departemen yang menangani logistik dan peralatan, pengintaian militer, pengumpulan dan analisis informasi, serta interogasi dan tawanan. Masing-masing dipimpin oleh seorang kepala departemen. Di antara semuanya, departemen interogasi dan tawanan adalah yang paling minim kekuasaan; tidak mengelola anggaran atau barang berharga, dan tidak memiliki banyak anak buah.
Zhang Bin mengumpat dalam hati, namun di wajahnya justru tersungging senyum yang lebih lebar. "Apa yang dikatakan Wakil Kepala Kantor benar sekali. Bawahan ini memang sedang sibuk, baiklah, saya ikuti saran Anda. Saya akan menangani urusan interogasi dan tawanan ini."
Han Ziming memberi isyarat kepada kepala departemen yang bertanggung jawab atas interogasi, dan yang bersangkutan segera memberi hormat, "Bawahan ini siap menerima perintah dari Penasihat Militer kapan saja."
Zhang Bin membatin, "Perintah apa? Hanya mengurus tawanan, apa yang perlu diperintah?"
Meski tidak puas, Zhang Bin tetap mengikuti kepala departemen itu masuk ke dalam penjara. Sementara itu, Han Ziming yang enggan memasuki tempat kotor tersebut mencari alasan untuk menunggu di luar sambil minum teh.
Sama seperti penjara Kementerian Kehakiman, tempat ini adalah penjara bawah tanah. Namun, dibandingkan penjara yang pernah dikunjungi Zhang Bin, penjara Kantor Penenteraman jauh lebih tersembunyi. Jika bukan karena kepala departemen itu yang memimpin jalan, Zhang Bin mungkin tidak akan menemukan pintunya. Penjara ini pun dijaga dengan jauh lebih ketat.
Zhang Bin memerintahkan Li Siwa untuk menunggu di luar bersama lima prajurit veteran, sementara ia masuk ke dalam penjara bawah tanah ditemani oleh Shenu.
Tempat itu sama kotor dan berbau busuknya. Tidak heran Han Ziming enggan masuk. Bahkan kepala departemen itu pun tidak akan mau masuk jika bukan karena Zhang Bin yang ingin meninjau, terlihat dari raut wajahnya yang tampak mual.
Di dalam penjara hanya ada enam atau tujuh tawanan yang tampak sekarat karena kondisi lingkungan dan jatah makan yang sangat minim. Saat mereka masuk, para tawanan itu hanya terbaring di tanah dengan pandangan hampa dan putus asa; tidak ada yang berteriak atau bergerak.
Zhang Bin tidak berniat menanyakan asal-usul para tawanan itu; kemungkinan besar mereka hanyalah mata-mata dari Liao atau Xia Barat.
Namun, saat melewati salah satu sel, hatinya tiba-tiba berdesir karena merasakan hawa dingin yang aneh dari dalam sel tersebut.
Zhang Bin berhenti dengan kening berkerut. Saat ia menoleh ke arah tawanan di sel itu, ia menyadari keenam tawanan di sel lain justru menunjukkan ekspresi penuh harap.
Zhang Bin tidak berpikir panjang; mungkin tawanan ini telah menyinggung yang lain, sehingga mereka berharap ia akan memberi pelajaran pada orang ini.
Tawanan di sel itu tadinya memunggungi mereka dalam posisi miring. Saat mendengar ada orang yang berhenti di depan selnya, ia berbalik dengan gerakan lamban layaknya seekor siput.
Detik berikutnya, setelah melihat sosok tawanan itu dengan jelas, Zhang Bin merasa kedinginan dan wajahnya berubah drastis. Ia merasa apa yang dilihatnya kini bukanlah seorang manusia, atau setidaknya, bukan lagi seorang manusia yang hidup.
Tawanan itu tampak sangat tua, rambutnya putih bersih, namun sepertinya masih memiliki beberapa gigi. Tubuhnya sangat pendek, kurang dari lima kaki. Ia sangat kurus hingga perutnya cekung, anggota tubuhnya sekecil ranting kayu, tanpa otot maupun lemak, hanya kulit tipis yang membalut tulang-belulang yang menonjol.
Bentuk wajahnya seketika mengingatkan Zhang Bin pada hewan yang paling dibenci manusia—tikus. Ya, wajah orang itu benar-benar menyerupai wajah tikus.
Rongga matanya yang dalam tampak seperti dua lubang hitam, ditambah lagi pupil matanya berwarna hijau pucat yang sesekali memancarkan kilatan cahaya hijau. Penampilannya benar-benar mengerikan.
Di zaman ini tidak ada pakaian khusus untuk tahanan. Orang itu hanya mengenakan pakaian aneh dari kulit domba yang sudah compang-camping dan menggantung di tubuhnya. Selain kulit yang kehilangan elastisitas dan kilauannya, orang ini hanyalah kerangka hidup. Zhang Bin bahkan curiga jika ia dilemparkan ke tumpukan tulang belulang atau memejamkan mata dan tidak bergerak, tidak akan ada yang mengira ia masih hidup.
Melihat sosok mirip hantu sekaligus tikus di dalam penjara ini sungguh pemandangan yang ganjil dan sangat menakutkan. Bahkan Zhang Bin yang memiliki keteguhan hati pun tidak bisa menahan detak jantungnya yang berpacu kencang, ia secara naluriah mundur tiga langkah.
Saat itulah ia baru menyadari bahwa kepala departemen dan para penjaga penjara sudah mundur sejauh empat atau lima meter, menatap tawanan itu dengan ketakutan. Di depan jeruji besi hanya tersisa dirinya dan Shenu yang tampak waspada.
"Bunuh dia! Dia itu tikus yang berubah wujud! Cepat bunuh dia! Dia siluman tikus, dia monster..." tiba-tiba, tawanan di sel seberang berteriak histeris dengan wajah yang dipenuhi ketakutan luar biasa.